Artikel

| Revenue Management

Kenapa Vila Ramai Belum Tentu Menguntungkan? Kenali Performa Revenue

Tim Boleh Pesan

4 min read

Kenapa Vila Ramai Belum Tentu Menguntungkan? Kenali Performa Revenue

Kenapa Vila Ramai Belum Tentu Menguntungkan? Kenali Performa Revenue

Pemilik vila sering menggunakan jumlah booking dan tingkat hunian sebagai tanda bahwa bisnis berjalan baik. Ketika kalender terlihat penuh, kondisi tersebut memang positif. Namun, vila yang ramai belum tentu menghasilkan pendapatan yang optimal. Jumlah malam terjual belum menjawab pertanyaan penting: berapa pendapatan yang dihasilkan dari setiap malam yang terjual? Karena itu, pemilik vila perlu melihat performa bisnis dari lebih dari satu angka. Salah satu metrik yang dapat digunakan adalah Average Daily Rate (ADR).

Apa Itu ADR pada Bisnis Vila?

ADR atau Average Daily Rate adalah rata-rata pendapatan kamar atau unit yang terjual pada suatu periode. Rumus sederhananya:

ADR = Total Pendapatan Kamar ÷ Jumlah Malam yang Terjual Sebagai contoh, sebuah vila mendapatkan pendapatan Rp30.000.000 dari 20 malam yang terjual dalam satu bulan. Maka: ADR = Rp30.000.000 ÷ 20 = Rp1.500.000 Artinya, rata-rata harga yang berhasil diperoleh dari setiap malam yang terjual adalah Rp1.500.000. ADR membantu pemilik melihat seberapa tinggi nilai setiap malam yang berhasil dijual. Ini berbeda dengan sekadar menghitung jumlah booking.

Vila A Ramai, Vila B Lebih Menguntungkan?

Bayangkan ada dua vila dengan kapasitas yang sama. Vila A berhasil menjual 25 malam dengan rata-rata harga Rp1.000.000 per malam. Vila B hanya berhasil menjual 20 malam, tetapi rata-rata harganya Rp1.500.000 per malam. Jika hanya melihat jumlah malam terjual, Vila A terlihat lebih baik. Namun, pendapatannya:

  • Vila A: 25 × Rp1.000.000 = Rp25.000.000
  • Vila B: 20 × Rp1.500.000 = Rp30.000.000 Dalam contoh sederhana tersebut, Vila B menghasilkan pendapatan lebih besar meskipun malam yang terjual lebih sedikit. Inilah alasan mengapa tingkat hunian yang tinggi tidak otomatis berarti revenue yang lebih tinggi.

Jangan Hanya Mengejar Occupancy

Occupancy atau tingkat hunian tetap merupakan metrik penting. Pemilik perlu mengetahui berapa persen kapasitas vila yang berhasil terjual. Namun, mengejar occupancy dengan terus-menerus menurunkan harga dapat menjadi keputusan yang kurang tepat. Misalnya, ketika booking melambat, harga langsung diturunkan agar vila kembali penuh. Strategi tersebut mungkin meningkatkan jumlah malam terjual, tetapi belum tentu meningkatkan pendapatan secara keseluruhan. Sebaliknya, ketika permintaan sedang tinggi, harga yang tetap sama dapat membuat pemilik kehilangan kesempatan mendapatkan revenue lebih besar. Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:

“Berapa banyak malam yang terisi?” Tetapi juga: “Berapa revenue yang saya dapatkan dari kapasitas yang saya jual?”

Hubungan ADR dengan Strategi Harga

ADR dapat menjadi salah satu indikator ketika pemilik mengevaluasi strategi harga. Jika ADR terlalu rendah, pemilik dapat mengevaluasi apakah harga memang terlalu murah dibandingkan kondisi permintaan. Sebaliknya, ADR yang tinggi juga perlu dilihat bersama tingkat hunian. Harga tinggi tetapi membuat terlalu banyak malam tidak terjual belum tentu menjadi strategi terbaik. Dengan kata lain, ADR sebaiknya tidak dibaca sendirian. Bandingkan ADR dengan periode sebelumnya atau kondisi permintaan yang berbeda untuk melihat dampak perubahan harga terhadap revenue.

Gunakan Data untuk Mengambil Keputusan

Tantangan lain adalah mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan. “Sepertinya harga ini terlalu mahal.” “Kompetitor memasang harga lebih murah.” “Bulan ini booking sedikit, jadi harga harus diturunkan.” Keputusan tersebut mungkin benar, tetapi tanpa data, pemilik sulit mengetahui apakah keputusan itu benar-benar menghasilkan performa yang lebih baik. Data seperti ADR, occupancy, jumlah malam terjual, dan revenue dapat digunakan bersama untuk membaca kondisi bisnis.

Pemilik dapat mulai menjawab pertanyaan seperti:

  • Apakah harga rata-rata meningkat atau menurun?
  • Apakah occupancy tinggi tetapi revenue tidak meningkat?
  • Kapan harga dapat dinaikkan atau dibuat lebih kompetitif?
  • Apakah strategi harga menghasilkan revenue lebih baik?

Kesimpulan

Vila yang penuh memang terlihat menarik. Namun, kalender penuh bukan satu-satunya ukuran keberhasilan bisnis vila. Dengan melihat ADR dan metrik performa lainnya, pemilik dapat memahami seberapa efektif vila menghasilkan pendapatan. Tujuan pengelolaan vila bukan sekadar membuat kalender penuh, tetapi menghasilkan revenue yang optimal berdasarkan kondisi pasar dan permintaan. Mulai lihat performa vila Anda berdasarkan data, bukan hanya jumlah booking.

Cek Performa Vila Anda dengan Boleh Pesan.

  • Pendapatan
  • Vila
  • Pemesanan
Kenapa Vila Ramai Belum Tentu Menguntungkan? Kenali Performa Revenue